CARI DI SINI

Memuat...

Kamis, 07 Januari 2010

ES SARI TEBU


Tebu merupakan tanaman yang cocok dibudidayakan di daerah tropis seperti di Indonesia. Sehingga, di beberapa wilayah di negeri ini sering kita jumpai kebun tebu dari yang skala kecil hingga yang luasnya berhektar-hektar. Maraknya pembudidayaan tebu tersebut dikarenakan kandungan gulanya sangat tinggi sehingga dijadikan bahan baku utama pembuatan gula pasir. Selain diolah menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat berupa gula, tebu juga dapat dinikmati secara langsung dengan cara menggiling kemudian mengambil sarinya menggunakan alat giling sederhana.

Es sari tebu, begitulah kebanyakan orang menyebut minuman segar yang didapat dari menggiling tebu dan diambil sarinya. Es sari tebu tersebut merupakan minuman alami yang proses pembuatannya sangat sederhana. Hanya dengan cara menggiling atau memeras batang tebu hingga keluar sarinya.

Usaha minuman alami seperti sari tebu tersebut semakin ramai dilirik orang, banyak ide-ide kreatif muncul dari minuman yang lebih dikenal orang dengan es tebu tersebut, mulai dari menjual sari perasan tebu yang hanya satu kali, menambahkan dengan lemon, jahe, bahkan inovasi terbaru adalah memadukan sari tebu dengan ramuan herbal yang bermanfaat bagi kesehatan.

Membuka usaha es sari tebu tersebut kebanyakan dijalankan dengan system waralaba atau bagi hasil. Hal tersebut membuktikan peluang usaha ini cukup besar sekaligus tantangan untuk menjalankannya. Meskipun pada faktanya, untuk mendapatkan batang tebu sebagai bahan baku pembuatan es tersebut cukup sulit. Namun, di beberapa daerah seperti di Jawa Timur, Yogyakarta, dan Sumatera produksi tanaman tebu tersebut cukup melimpah.

Mencari lokasi untuk berjualan es sari tebu tersebut juga tidaklah sulit. Kebanyakan para penjual es tersebut menjual produk mereka di pinggir jalan yang ramai. Lokasi lain yang juga cukup potensial adalah di sekitar mall atau pusat perbelanjaan. Bahkan, ada beberapa penjual yang memanfaatkan mobil pick up untuk menjajakan barang dagangannya. Hal tersebut cukup menguntungkan karena mudah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya yang dianggap potensial.

Untuk perlengkapan yang digunakan dalam memulai usaha ini antara lain mesin penggiling atau pemeras tebu, termos es untuk menyimpan potongan batang tebu dan es batu, gelas plastik dan sedotan, kemudian pisau dan golok untuk memotong/ mengerok tebu. Dan untuk mesin penggilingnya tadi menggunakan listrik atau genset.


Resiko untuk membuka usaha ini juga tergolong kecil, karena bahan baku tebu cukup tahan lama. Sebelum dikerok, batang tebu tahan hingga satu minggu. Dan setelah dikerok, tahan selama dua hari. Persaingan dalam usaha ini juga tidak terlalu ketat karena masih banyak lokasi strategis yang belum ditempati penjual minuman ini.

Tips dan trik dalam menjalankan usaha ini, antara lain:

1. Menggunakan tebu berkualitas

Batang tebu yang berkualitas antara lain memiliki diameter batangnya besar, kandungan airnya tinggi, dan rasa manisnya pas.

2. Membuat inovasi tambahan rasa

Kebanyakan penjual es sari tebu menjual produk mereka hanya dengan tambahan es batu saja. Agar konsumen tidak bosan, sebaiknya Anda membuat variasi misalnya dengan menambahkan potongan daging kelapa muda, perasan jahe, atau perasan lemon.

3. Jeli Memilih Mesin Penggiling

Mesin giling tersebut membutuhkan biaya terbesar dalam usaha ini. Harganya Rp. 3.000.000, 6.500.000 hingga puluhan juta tergantung dengan ukuran dan kapasitasnya. Sebagai contoh anda bisa memesan mesin es sari tebu di http://www.mesinindustri.com/Mesin_Pemeras_Tebu_Mesin_Giling_tebu_Mesin_Penggiling_Tebu.html Sebelum memutuskan membeli, Anda sebaiknya mencari informasi sebanyak-banyaknya dan teruji ketahanannya. Perhatikan juga daya listrik yang diperlukan dan tingkat kebisingan mesin tersebut.

Analisa Ekonominya:
a. Biaya investasi
Mesin penggiling tebu Rp.6.500.000 (kita ambil contoh harga tengahnya saja)
Termos es 2 buah Rp. 150.000
Spanduk Rp. 200.000
Pisau dan golok Rp. 150.000
Total investasi Rp.7.000.000
b. Biaya operasional Per bulan
1. Biaya tetap
Penyusutan mesin 1/60 x Rp. 6.500.000 Rp. 108.300
Penyusutan termos es 1/36 x Rp. 6.500.000 Rp. 4.200
Penyusutan spanduk 1/24 x Rp.200.000 Rp. 8.300
Penyusutan pisau dan golok 1/36 x Rp. 150.000 Rp. 4.200
Sewa tempat Rp. 300.000
Gaji karyawan Rp. 800.000
Total biaya tetap Rp. 1.225.000
2. Biaya variabel
Batang tebu (12 kg x Rp. 2.500/kg/ 30 hari) Rp. 900.000
Gelas plastic dan sedotan (Rp.8000 x 30 hari) Rp. 240.000
Listrik, air, dan kemanan Rp. 700.000
Total biaya variabel Rp. 1.210.000
Total biaya opeasional Rp. 2.435.000
c. Penerimaan per bulan
Penjualan es sari tebu 50 gelas/ hari x Rp.3.000/ gelas
X 30 hari Rp. 4.500.000
d. Keuntungan per bulan
Keuntungan = total penerimann-total biaya operasional
= Rp. 4.500.000 – Rp. 2.435.000
= Rp. 2.065.000
e. Pay back Period
Pay back period = (Total biaya investasi : keuntungan)
X 1 bulan
= (Rp. 7.000.000 : Rp. 2.065.000) x 1 bulan
= 3, 4 bulan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar